ISLAM


ucapan lebaran

UCAPAN LEBARAN

UCAPAN LEBARAN

hari raya Idul Fitri atau Lebaran senantiasa dinanti oleh kaum muslimin di seantero dunia. Hari yang menandakan berakhirnya bulan penuh ibadah, penuh keberkahan dan ampunan dari Allah ini merupakan hari kebahagian. Anggota keluarga berkumpul, yang jauh berdatangan, handai taulan bersua, hadiah saling dibagikan, doa saling dipanjatkan dan ucapan salam dan selamat saling diberikan di hari yang dipenuhi gema takbir ini.

Namun bagi sanak keluarga dan handai taulan yang tidak bisa saling bertemu, di era komunikasi ini, ucapan selamat menyambut hari raya idul fitri, ucapan untuk saling minta maaf dan mendoakan bisa dikirimkan melalui SMS ataupun email atau melalui blog dan situs jejaring sosial. Ada yang suka pula mengirimkan kartu lebaran elektronik yang dibuat sendiri ataupun melalui berbagai layanan pengiriman kartu ucapan idul fitri, seperti Kartu Ucapan Islami Alhabib.

Standar ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri adalah:

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqobalallahu minnaa wa minkum

Shiyamanaa wa shiyamakum

Minal ‘aidin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin

(Bagi yang ingin mengetahui arti kalimat dan doa di atas silakan baca pos berikut ini: Minal ‘aidin wal faizin bukan berarti mohon maaf lahir batin.)

Untuk teman-teman yang belum punya ide atau yang sedang cari ide ucapan lebaran, berikut ini adalah kumpulan ucapan pilihan yang diperoleh dari berbagai sumber. Sebagian diubah atau diperbaiki kalimatnya. Bagi yang tidak ingin ucapan standar, silakan simak yang berikut ini:

Ucapan lebaran 1

Selamat Hari Raya Idul Fitri,

Semoga kita dapat menemukan jati diri

Memperoleh ampunan dan ridho Illahi

Dan kelak mendapat kenikmatan surgawi

Ucapan lebaran 2

Bila kata merangkai dusta…

Bila tingkah menoreh luka…

Bila hati penuh prasangka…

Mohon pintu maaf dibuka…

Ucapan lebaran 3

Waktu mengalir bagaikan air

Ramadhan suci akan berakhir

Tuk salah yg pernah ada

Tuk khilaf berbuah lara

Tuk dusta yg sempat terucap

Pintu maaf selalu kuharap

Ucapan lebaran 4

Satukan tangan, satukan hati

Itulah indahnya silaturahmi

Di hari kemenangan kita padukan

Keikhlasan untuk saling memaafkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ucapan lebaran 5:

Terselip khilaf dalam candaku,

Tergores luka dalam tawaku,

Terbelit pilu dalam tingkahku,

Tersinggung rasa dalam bicaraku.

Hari kemenangan telah tiba,

Semoga diampuni salah dan dosa.

Mari bersama bersihkan diri,

sucikan hati di hari Fitri.

Ucapan lebaran 6:

Tiada gembira yang menggelora,

tiada senang yang mengangkasa,

selain kembali pada fitrah dan ampunan-Nya.

Selama Berhari Raya!

Ucapan 7:

Tangan diulur maaf dipinta,

Erat hubungan sesama kita,

Semoga senang dan gembira,

di Hari Raya yang mulia.

Ucapan lebaran 8:

Satu Syawal menjelang tiba,

Takbir bergema mengetarkan jiwa,

Sekiranya ada salah dan dosa,

Ampun dipinta dihari mulia.

Ucapan lebaran 9:

Andai jemari tak sempat berjabat,

Jika raga tak bisa bersua,

Untuk kata membekas luka,

Semoga pintu maaf masih terbuka.

Ucapan lebaran 10:

Menyambung kasih, merajut cinta,

beralas ikhlas, beratap doa.

Semasa hidup bersimbah khilaf,

berharap diri dibasuh maaf.

Ucapan lebaran 11:

Melati semerbak harum mewangi,

Sebagai penghias di Hari Fitri,

Pesan ini pengganti diri,

Ulurkan tangan silaturahmi.

Selamat Idul Fitri

Ucapan lebaran 12:

Duduk termenung di atas dipan

Dipan terbuat dari kayu jati

Senang diri bisa bermaafan

Leganya sampai ke lubuk hati

Ucapan lebaran 13:

Maaf, aku tidak pandai berpuisi

Jadi langsung saja ke yang inti

dengan tulus dan ikhlas dari sanubari

Saya mengucapkan selamat Idul Fitri

Ucapan lebaran 14:

Beli es di warung bu Rima.

Taruh di piring santap bersama.

SMS sudah saya terima,

teriring pula maksud yang sama.

Minal ‘Aidin wal Faizin..

Mohon maaf lahir batin..

Ucapan lebaran 15:

Tari zapin rentak Melayu

Rentak langkah hitung delapan

Hari Raya di ambang pintu

Silap salah mohon dimaafkan

Ucapan lebaran 16:

Sahur hanya tinggal kenangan,

berganti takbir fitri menjelang.

Aku datang ulurkan tangan,

memohon maaf semua kesalahan.

Ucapan lebaran 17:

Sepuluh jari tersusun rapi,

membawa harum bunga melati.

Niatku ini setulus hati,

memohon maaf di hari Fitri.

Ucapan lebaran 18:

Bulan Ramadhan telah berlalu

Hari Kemenangan telah datang

Mari bersihkan jiwa dan qalbu

Dari dosa yang bergelimang

Untuk sobat dekat

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.

eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK
sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa
MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI
bAgIaN dArI dIrI gUe
MeT pUaSa Ya!

Untuk orang tua/ayah/ibu

Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa
semata untuk kebahagian aku
Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa
mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua.
Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu
Mohon maaf lahir dan bathin.
Ananda, Irwan di Jogja.

Untuk orang tua/ayah/ibu dalam Bahasa Sunda

Wilujeng Sasih Siam
Kanggo Apa, Mamah sareng Kulawargi di Bumi.
Neda sih hapunten samudaya kalepatan
nu dihaja sinareng henteu.
Mugia ibadahna salawasna aya dina kamulyaan.
Ti Deden, eNeng sareng Anggun di Jogja.

Untuk kenalan kantor/relasi/teman jauh/tetangga

Satu tahun tidak terasa
Ramadhan telah kembali kengunjungi kita
Semoga yang dilalui dan dilakukan
Menjadikan kebaikan di bulan suci ini
Marhaban yaa Ramadhan
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Irwan & Keluarga

Untuk bos/atasan/ atau seseorang yang disegani

Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Irwan sekeluarga, Jogjakarta.

Untuk pacar🙂

Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta, Aa.

Mungkin baru 90 hari kita berpacaran
namun tidak lebih banyak aku bisa
membuat kamu ceria dan bahagia.
Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun,
untuk dapat lebih membahagiakanmu.
Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali
benang-benang pengertian diantara kita.
Aa, lahir dan bathin.

Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U.

Untuk istri
Ayah menyadari sepenuhnya masih banyak
mimpi kita yang belum bisa diwujudkan.
Ramadhan tahun ini semoga kembali
menghadirkan kebahagiaan ke rumah kita.
Selamat beribadah puasa ya Bu,
jangan bosan bangunkan tidur ayah saat sahur.
Mohon maaf lahir dan bathin.
1000 Kisses, Ayah.

Ibnul Qoyyim Al Jauziyah: ? Kemaksiatan Menambah Keimanan Seorang Muslim ?
===============================================================================
Ada manusia yang berpendapat bahwa terjadinya maksiat bisa menambah keimanan. Sudut pandang ini termasuk yang paling halus, sehingga jarang ada orang yang bisa menerapkannya. Hanya orang ahli ma’rifat saja yang bisa menerapkan sudut pandang ini. Mungkin saja orang yang mendengar pernyataan ini dengan serta-merta akan protes. Dia akan berkata lantang: “Bagaimana mungkin perbuatan dosa dan maksiat diakui bisa menambah keimanan? Apalagi jika dosa dan kemaksiatan itu dilakukan oleh seorang hamba Allah. Bukankah perbuatan itu akan semakin mengurangi kadar keimanan dalam dirinya? Bukankah para ulama salaf juga bersepakat bahwa keimanan bertambah akibat ketaatan kepada Allah dan berkurang akibat maksiat kepada-Nya?

Ketahuilah bahwa kesimpulan semacam ini dihasilkan dari perenungan seorang yang ma’rifat (mengenal Allah sangat dekat) terhadap dosa-dosa dan perbuatan maksiat yang berasal dari dirinya maupun orang lain. Orang yang arif merenungkan perbuatan dosa dan maksiat sampai dengan akibat yang dihasilkan perbuatan bejat tersebut. Dan ternyata dapat disimpulkan bahwa akibat dari perbuatan dosa dan maksiat yang biasanya menimbulkkan bencana dan munculnya mu’jizat, merupakan salah satu dari tanda-tanda kenabian dan sebagai bukti kebenaran pam rasul Allah Ta’laa. Bahkan akibat perbuatan dosa itu malah menegaskan kebenaran ajaran yang dibawa para rasul Allah tersebut.

Sesungguhnya para rasul Allah shalawaatullahu wa salaamuhu ‘alaihim memerintahkan ummat manusia untuk membenahi kondisi lahir maupun batin mereka, baik di
kehidupan dunia maupun akhirat. Para rasul juga melarang mereka untuk melakukan kerusakan pada lahir-batin mereka baik di dunia maupun akhirat. Maka utusan-utusan Allah itu memberitahukan kepada umat manusia bahwa sesungguhnya Allah itu menyukai perbuatan yang ini dan itu. Allah juga akan mengganjar perbuatan yang telah dilaksanakan. Para rasul juga memberitahukan bahwa Allah membenci perbuatan yang ini dan itu. Dan Allah akan mendatangkan siksa atas perbuatan tersebut. Apabila umat manusia mentaati apa yang telah Dia perintahkan kepadanya, maka Allah akan bersyukur kepadanya dengan cara memberikan pertolongan dan tambahan kenikmatan di dalam hati, jasad maupun hartanya. Maka hamba tersebut akan merasakan kecukupan dan kekuatan di setiap situasi. Akan tetapi apabila perintah dan larangan-Nya dilanggar, maka hal itu menyebabkan ketidak-cukupan, kerusakan, kelemahan, kehinaan, diremehkan, dan kehidupan yang terasa sangat sempit.

Hal ini sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah Ta’aala: ‘Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan?(QS. an-Nahl (16):67). “Katakanlah: “Hai hamba-hamha-Ku yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu?. Orang-orang yang bcrbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.” (QS. az-Zumar (39):10). “Dan scsungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik.”(QS.an Nahl(16):30). “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampa i kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat” (QS. Huud (11):3). “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta? Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. Thaaha (20):124-125).

Yang dimaksud dengan kehidupan yang sempit di dalam ayat tersebut di atas ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai adzab kubur. Namun yang benar bahwa arti kehidupan yang sempit itu adalah kehidupan di dunia dan kehidupan di alam barzakh. Sesungguhnya orang yang berpaling dari peringatan yang telah diturunkan oleh Allah akan merasa bahwa kehidupannya sempit dan susah. Dia juga akan sering merasa takut, memiliki keinginan yang berlebihan, sangat payah mencari materi duniawi, selalu merasa ragu ketika balum berhasil meraih keinginan materialnya, dan merasa tersiksa jika tidak bergelimang harta. Di samping itu ada beberapa hal kurang baik lain yang dialami oleh hatinya tanpa dia sadari. Ini disebabkan karena dia sedang mabuk dan tenggelam dalam ambisi duniawinya itu. Dia tidak akan pemah sadar walau sesaat kecuali baru menyadari dan merasakan sakitnya kondisi tersebut. Pada waktu itu dia akan segera menghindarkan dirinya untuk tidak jatuh yang kedua kalinya dalam kondisi mabuk. Dia akan terus mengalami kondisi seperti ini sepanjang hidupnya. Mana ada kehidupan yang terasa lebih sempit dibandingkan dengan kondisi hati yang mengalam i perasaa seperti itu ?

Orang-orang ahli bid’ah, orang yang berpaling dari al-Qur’an, orang yang lalai kepada Allah dan orang-orang tukang berbuat maksiat, hatinya berada di dalam neraka Jahim sebelum dirinya masuk ke dalam neraka jahim yang sesungguhnya. Sedangkan hati orang-orang yang baik berada di dalam surga an-Na’im sebelum masuk ke dalam surga an-Na’im yang sebenarnya. Allah Tabaaraka wa Ta’aala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar bcrada dalam neraka” (QS. al Infithaar (82):13-14)..

Kehidupan sempit berlaku dalam tiga daur kehidupan mereka (yakni kehidupan dunia, alam kubur dun akhirat), bukan hanya kehidupan akhirat saja. Sekalipun kehidupan yang sangat menyiksa itu mencapai puncaknya di kehidupan akhirat. Sedangkan tingkatan yang lebih rendah lagi akan dia alami di dalam kehidupan alam barzakh. Allah Ta’aala befirman: “Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada adzab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuil” (QS. al Thuur (52):47). “Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: ” Bilakah datangnya adzab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar”.Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (adzab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.” (QS. an-Naml (27):71-72).

Siksaan yang dialami di dalam kehidupan dunia ini memang lebih ringan dibandingkan dengan kehidupan sulit yang akan diterima seseorang di dalam alam barzakh. Hanya saja tenggelam dalam mabuknya hasrat syahwat menyebabkan dia tidak menyadari kesempitan hidup tersebut dan sengaja membuang jauh-jauh dari hatinya. Mereka tidak merenungkan dan menyadari bahwa kondisi dirinya sudah sangat terpuruk.

Seorang hamba kadang kala merasakan rasa sakit tersebut disekujur tubuhnya. Namun dia sengaja membuang jauh-jauh den bayangan hatinya dan tidak lagi memperdulikannya. Dia berusaha mengalihkan perhatian kepada obyek lain sehinga tidak seratus persen merasakan kehidupan sempit itu. Akan tetapi jika upaya pengalihan perhatian itu lepas dari dirinya, pasti dia akan kembali menjerit kesakitan. Bagaimana menurutmu dengan siksaan rasa sakit di dalam hati seperti ini? Bukankah malah sangat menyiksa? Allah Subhaanahu wa ta’aala telah menjanjikan hal hal positif dan menyenangkan untuk berbagai bentuk kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Kenikmatan janji Allah itu jauh lebih menyenang kendati pada kenikmatan maksiat yang hanya bersifat sementara. Bahkan kenikmatan janji Allah itu tidak ada bandingannya. Namun sebaliknya, Allah akan memberikan rasa sakit dan tersiksa akibat perbuatan buruk dan tindak maksiat. Rasa sakit itu jauh lebih besar dibandingkan dengan kenikmatan yang dia rasakan sekejap ketika mengerjakan maksiat tersebut.

Ibnu Abbas radhiyallalu `anhumaa berkata: ?Sesungguhnya perbuatan baik itu memiliki cahaya di dalam hati, pancaran di wajah, kekuatan di badan, menyebabkan rezeki semakin bertambah dan menanamkan rasa cinta di dalam hati makhluk. Sedangkan perbuatan buruk menyebabkan kesuraman diraut wajah, kegelapan di dalam hati. Kelemahan di fisik, menyebabkan rezeki berkurang, dan menanamkan rasa tidak suka di dalam hati makhluk. Hal ini sebenamya telah dibuktikan oleh orang-orang yang hatinya bersih. Dia akan bisa merasakan kenikmatan itu, sedangkan orang lain tidak bisa menangkapnya.

Seorang hamba tidak akan mengalami kondisi yang sangat tidak menyenangkan kecuali jika dia mengerjakan perbuatan dosa. Padahal kesalahan yang dimaafkan oleh Allah sudah sangat hanyak. Allah Ta’aala telah berfirman:”Dan sebuah musibah yang menimpa kamu sebenamya disebabkan oleh perbuatan tanganmu sandiri, dan Allah memaafkan sebagian besar(dari kesalahan-kesalahanmu)
(QS. al Syuura (42):30). “Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu. (pada peperangan Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya kekalahan) ini?” Katakanlah: Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali -Imran(3):165). “Apa saja kebaikan (nikmat) yang menimpamu adalah dari Allah dan apa saja keburukan (bencana) yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS.An-Nisaa’ (4):79).

Yang dimaksud dengan kebaikan dan keburukan di dalam ayat tersebut adalah kenikmatan dan bencana yang diterima oleh hamba dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Oleh karena itu disebutkan dengan kalimat “Apa saja yang menimpamu,” tidak disebutkan dengan kalimat “Apa yang kamu peroleh.” Sebab pada hakekatnya semua berasal dari Allah Ta’aala.

Segala bentuk kekurangan, bencana dan keburukan yang ada di dunia maupun di akhirat, tidak lain disebabkan oleh dosa hamba dan karena menyalahi perintah-perintah Allah Ta’aala. Tidak ada keburukan di muka bumi ini kecuali diakibatkan oleh dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia itu sendiri.

Pengaruh dari perbuatan baik dun buruk yang bisa dilihat dalam hati, badan, ataupun harta, benar-benar sebuah fenomena alam yang bisa dilihat dcngan indera mata. Tidak akan ada satu pun orang berakal sehat yang mampu mengingkarinya. Bahkan fenomana itu mampu dilihat oleh orang mukmin, orang kafir, orang baik maupun orang buruk.

Hamba yang bisa melihat bekas-bekas fenomena tersebut untuk kemudian direnungkan dan dipikirkan, maka dia termasuk orang yang memperkuat keimanannya dengan ajaran yang dibawa oleh para rasul. Dia juga memperkuat kualitas keimanan dalam dirinya dengan cara merenungkan pahala dan siksa.

Sesungguhnya semua itu merupakan tanda-tanda material yang bisa dilihat di muka bumi ini. Fenomena-fenomena tersebut merupakan ganjaran maupun siksa yang diawal kejadiannya adalah di dunia. Fenomena-fenomena itu juga akan lebih berarti bagi orang-orang yang memiliki kejelian hati. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang kepadaku (Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah): “Jika aku telah mengerjakan sebuah dosa dan tidak segera aku kejar dengan taubat, maka aku menanti akibat buruk yang akan terjadi. Jika sesuatu yang tidak menyenangkan itu telah menimpa diriku, apakah lebih ringan ataukah lebih parah, maka kebiasaan yang aku jalani adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Efek negatif ini sebenamya menjadi bukti dan dalil-datil keimanan. Sesungguhnya orang yang jujur jika kamu beritahu bahwa apabila kamu baru saja megerjakan begini- begitu maka akan berakibat yang begini dan begitu, maka dia akan semakin yakin dengan pemberitahuan tersebut. Apalagi jika setiap kali kamu mengatakan tersebut dibarengi dengan bukti sesualu yang tidak menyenangkan. Namun perasaan semacam ini tidak selalu dimiliki oleh setiap orang. Bahkan mayoritas hati manusia dipenuhi dengan noktah-noktah hitam karena perbuatan dosa. Dengan demikian dia tidak akan pemah melihat dan merasakan tentang sesuatu yang sedang menimpanya.

Perasaan jujur terhadap akibat dari sebuah perbuatan hanya bisa dirasakan oleh hati yang dipenuhi cahaya keimanan. Sedangkan atmosfer dosa dan maksiat akan bertiup kencang di dalamnya. Hati orang-orang jujur pun akan bisa mengakui fenomena yang tejadi akibat suatu perbuatan. Dia akan bisa memperkirakan kekuatan cahaya keimanannya di tengah badai angin dosa dan maksiat yang berhembus kencang. Dia melihat dirinya bagaikan pelaut di tengah samudra yang dilanda angin kencang. Perahu yang ditumpanginya sangat terancam untuk terbalik dan terancam pecah karena terhempas badai yang dahsyat. Begitu juga dengan seorang mukmin yang selalu memonitor jiwanya ketika habis mengerjakan maksiat atau pun melakukan perbuatan dosa.

Ketika pintu ini telah terbuka bagi seorang hamba, maka memperhatikan sejarah kejadian Bumi ini dan memperhatikan keadaan beberapa umat manusia akan sangat bermanfaat baginya. Bahkan kejadian yang menimpa masyarakat di sekitar dirinya bukan saja akan memberikan manfaat yang sangat besar (namun akan memberi lebih dari sekedar manfaat-penj). Hal ini sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah Ta’aala: “Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?? (QS. al Ra’d (13):33).
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang manegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(QS. All Imruan (3):18).

Setiap keburukan, bencana, siksa, ketakutan dan kekurangan yang terjadi pada dirinya maupun orang lain termasuk dalam kerangka keadilan Allah Subhaanahu wa
Ta’aala. Demikianlah bentuk keadilan Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Hal itu sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah kepada orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi: ?Maka bila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana” (QS. al Israa’ (17):5).

Dosa-dosa manusia subenarnya ibarat racun yang sangat membahayakan tubuh. Apabila dosa dosa itu segera diatasi oleh orang yang memasukkan obat ke dalam tubuh, maka mungkin racun itu bisa segera dilumpuhkan. Jika tidak, maka kekuatan imannya akan segera terkalahkan dan dia pun akan mengalami kebinasaan.

Sebagian ulama salaf ada yang berkata: Pcrbuatan perbuatan maksiat menuntut kekufuran sebagaimana juga demam terkadang juga menuntut kematian. Biasanya seseorang akan bisa melihat kekurangannya setelah dia bermaksiat kepada Tuhannya. Karena perbuatan maksiat yang telah dikerjakan itulah hatinya menjadi berubah dan tidak lagi kasar. Dia akan menyadari kehinaan dirinya di hadapan anggota keluarga, anak-anak, isteri maupun saudara-saudaranya. Dia akan menginstrospeksi diri sehingga menyadari dari mana dia berasal. Kondisi jiwa seperti inilah yang menyebabkan keimanannya semakin kuat. Jika dia melepaskan semua sebab yang bisa menjerumuskan dirinya ke dalam jurang kehancuran itu, maka kadar keimanannya pun akan semakin kuat. Dia akan melihat adanya keperkasaan setelah sebelumnya terhina, melihat kekayaan setelah sebelumnya kefakiran, kebahagiaan yang sebelumnya kesusahan, keamanan yang sebelumnya rasa takut dan kekuatan setelah sebelumnya lemah dan hina.

Bukti-bukti dan dalil-dalil keimanan itu semakin memperkuat pendirian hatinya baik ketika dia bermaksiat ataupun ketika menjalanhan ketaatan kepada Allah. Mereka ini sebenarnya termasukdalam firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala sebagai berikut: “Agar Allah menutupi; (mengampuni) perbuatan paling buruk yang telah mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. az-Zumar(39):35).

Ketika seseorang bisa menerapkan sudut pandang ini dengan sebenamya, maka dia akan menjadi salah seorang yang mampu mengobati hati dan bisa mengetahui penyakit dan obat bagi hati yang sedang sakit. Sehingga Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan manfaat kepada dirinya sendiri dan kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Wollohu a’lam.

(Dikutip dari buku Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, berjudul ?Masyaahid Al Khalq fi Al Ma?shiyah?, Al Maktab Al Islami, Beirut, Cetakan I, tahun 1405H/1985). Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Wawan Djunaedi Soffandi, S.Ag oleh penerbit Pustaka Azzam, Jakarta.

=================================================================================
MENCARI NAMA-NAMA ISLAMI

Kumpulan nama Islami untuk anak bayi laki-laki perempuan wanita beserta artinya A to Z ini saya sharing disini sebagai wujud syukur atas berita yang baru saja diterima dari saudara Rumah Islami yang katanya sedang mengandung setelah menunggu begitu lama belum dikaruniai keturunan.

Anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga dan dilindungi agar kelak menjadi muslimin dan muslimah yang berhasil di mata Agama, keluarga dan masyarakat. Walaupun William Shakespeare pernah berkata “apalah arti sebuah nama”, namun sebagai orang tua hendaknya tidak asal-asalan dalam memberikan nama.

Saat kita memberi nama pada bayi perempuan atau nama bayi laki-laki, sebenarnya ketika itulah dititipkan sebuah doa agar si anak kelak menjadi sosok yang digambarkan dalam arti yang terkandung pada nama mereka.

Oleh karena itu diwajibkan kepada setiap calon ibu dan bapak untuk memberikan nama islami kepada bayi putera puteri mereka dengan arti yang indah dan bermakna positif sesuai dengan kaedah agama Islam. Bukannya sekedar nama namun saat dicek mengandung hikmah yang kurang baik atau negatif, bahkan ternyata nama tersebut dilarang agama untuk disematkan sebagai nama anak kita. Naudzubillah!

Mudahan kumpulan nama-nama islami bayi perempuan anak laki-laki pria lengkap dengan artinya dari A – Z ini bermanfaat ya, sebagaimana artikel terdahulu tentang manfaat Shalat Tahajud dari segi kesehatan. Nama-nama Islami tersebut dapat di download gratis (free download) dalam format pdf dan dizip atau silahkan lihat dan dicatat tanpa diunduh.

Download Gratis Kumpulan Nama Bayi Islam Laki-Laki Perempuan Islami Komplit Dan Arti Dalam Bahasa Indonesia

Download Nama Bayi Islam Laki-Laki Islami Muslim Sejati (Bahasa Arab) disini (klik link)

Download Kumpulan Nama Bayi Perempuan Islami Wanita Muslimah A s/d Z (Terjemah Bahasa Indonesia) disini (silahkan diklik)

DOwnload Nama-nama Tidak Islami Yang Dilarang Agama Islam (Arti Bahasa Indonesia) di link ini (klik saja ya)

Untuk melihat kumpulan nama Islami terlengkap tanpa download dari A sampai Z lengkap dengan artinya juga, silahkan menuju ke situs sahabat NamaIslami.Net

Demikianlah kumpulan nama-nama bayi muslim nan Islami nama bayi perempuan islam bayi laki-laki islam shaleh untuk Sahabat Rumah Islami

Foto Gambar Bayi Islami: http://namabayi-qu.com/

Nama Islami Anak Laki-Laki – A

Abbad – Tekun beribadah
Abbas – Singa
Abduh – Hamba-Nya
Abdulah, Abdullah – Hamba Allah
Abdul Alim – Hamba dari Yang Maha Tahu
Abdul Aliyy – Hamba dari Yang Maha Tinggi
Abdul Azim – Hamba dari Yang Maha Agung
Abdul Aziz – Hamba dari Yang Maha Perkasa
Abdul Bari – Hamba dari Sang Pembuat
Abdul Basit – Hamba dari Yang Maha Dalam
Abdul Fattah – Hamba dari Sang Pembuka (rahmat)
Abdul Ghoffar, Abdul Ghafur – Hamba dari Sang Pengampun
Abdul Hadi – Hamba dari Sang Pemberi Petunjuk
Abdul Hafiz – Hamba dari Sang Penjaga
Abdul Hakam – Hamba dari Sang Penetap Hukum
Abdul Hakim – Hamba dari Yang Maha Bijaksana
Abdul Halim – Hamba dari Yang Maha lembut
Abdul Hamid – Hamba dari Yang Maha Terpuji
Abdul Haqq – Hamba dari Yang Maha Benar
Abdul Hasib – Hamba dari Sang Penghitung
Abdul Jabbar – Hamba dari Yang Maha Kuat
Abdul Jalil – Hamba dari Yang Maha Perkasa
Abdul Karim – Hamba dari Yang Maha Pemurah
Abdul Khaliq – Hamba dari Sang Pencipta
Abdul Latif – Hamba dari Yang Maha Halus
Abdul Malik – Hamba dari Maha Segala Raja
Abdul Majid – Hamba dari Yang Maha Hebat
Abdul Matin – Hamba dari Yang Maha Kuat
Abdul Muhaimin – Hamba dari Sang Penjaga
Abdul Mu’izz – Hamba dari Pemberi Kemenangan
Abdul Mujib – Hamba dari Sang Pemberi
Abdul Muta’al – Hamba dari Yang Paling Tinggi
Abdul Nasser – Hamba dari Sang Penolong
Abdul Nasir – Hamba dari Sang Penolong
Abdul Qadir – Hamba dari Sang Pemberi ketetapan
Abdul Qahhar – Hamba dari Sang Pemaksa
Abdul Quddus – Hamba dari Yang Maha Suci
Abdul Rafi – Hamba dari Sang Peninggi (derajat)
Abdul Rahim – Hamba dari Yang Maha Penyayang
Abdul Rahman – Hamba dari Yang Maha Pengasih
Abdul Rashid – Hamba dari Sang Pemberi Jalan Kebenaran
Abdul Ra’uf – Hamba dari Sang Pengampun
Abdul Razzaq – Hamba dari Sang Pemberi Rizki
Abdul Sabur – Hamba dari Yang Maha Penyabar
Abdul Salam – Hamba dari Yang Maha Damai
Abdul Samad – Hamba dari Yang Maha Kekal
Abdul Sami – Hamba dari Sang Pendengar
Abdul Shakur – Hamba dari Sang Penyukur
Abdul Tawwab – Hamba dari Yang Maha Pengampun
Abdul Wadud – Hamba dari Sang Pencinta
Abdul Wahhab – Hamba dari Sang Pemberi
Abdul Wahid – Hamba dari Yang Maha Esa

Abid – Hamba yang beribadah
Abidin – Hamba-hamba, ahli ibadah
Abiyy – Penuh kehormatan dan kemuliaan diri
Abrar – Golongan yang berbuat kebaikan
Abu Bakar – Nama sahabat Rasulullah SAW
Adham – Tali rantai, Peninggalan kuno
Adib – Beradab, Sastrawan
Adil – Persamaan, kesataraan, adil
Adli – Bersifat setara, adil
Adnan – Penduduk, pemukim
Afdhal – Paling banyak keutamaan dan kemuliaannya
Affan – Menjaga diri dari yang tak halal
Afi – Pengampun
Afif – Punya harga diri
Aflah – Lebih sukses
Aghlab – Sering menang
Ahmad – Terpuji, Salah satu nama Rasulullah SAW
Ahnaf – Orang yang lurus, lebih suci
Ahsan – Orang yang paling utama
Akhdan – Sahabat
Akif – Beritikaf
Akil – Berakal
Akmal – Lengkap, Sempurna
Akram – Sangat dermawan, lebih Mulia
Ala – Tinggi, mulia
Al Baihaqi Imam perawi hadist
Ali – Tinggi
Alif – Orang yang senang dengan manusia dan disenangi
Alim – Berilmu
Althaf – Llembut
Amid – Pemimpin
Amin – Pemegang amanat, Terpercaya
Amir – Memakmurkan, pemimpin
Amjad – Lebih mulia, sangat hebat
Ammar – Pembangun
Amrullah – Perintah Allah
Anas – Mesra, periang
Anis – Sopan
Anjab – Berharga
Anmar – Murni, bermanfaat, kebaikan dan kesehatan
Anshar – Penolong, kaum anshar sahabat nabi S A W
Anwar – Cahaya, sinar
Aqib – Balasan yang baik
Aqil – Berakal, cerdas
Arafat – Padang Arafah
Arib – Cerdas
Arif – Tahu, bijaksana
Arij – Wangi, harum
Arkan – Orang yang kuat
As’ad – Bahagia
Asad – Singa
Ashim – Pemimpin yang mulia
Asif – Pemaaf
Asim – Pelindung, penjaga
Aslam – Selamat
Aswad- Hitam
Asyfaq – Lebih baik dan sehat
Asyja’ – Sangat pemberani
Asyraf – Lebih mulia
Atha – Anugerah, pemberian, rezeki
Aththabarani – Imam perawi hadist
Attirmidzi – Imam perawi hadist
Atif – Simpatik
Atqa – Orang yang lebih bertakwa
Aufa – Lebih tepat
Aun – Pertolongan
Awad – Hadiah,
Awwab – Senang bertaubat
Ayman – Beruntung, Sebelah Kanan
Ayub – Nama seorang Nabi
Aza – Sejuk, Tenang
Azhar – Yang cerah bercahaya, lebih cerah
Aziz – Orang yang kuat
Azka – Orang yang paling bersih dan suci
Azmi – Keteguhan hati

SELEBIHNYA DAPAT DI LIHAT DI SINI :NamaIslami.Net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s