CPNS, BUMN, LOWONGAN KERJA, SWASTA AND BUSSINES


FISIOTERAPIS


HOME VISIT (KUNJUNGAN KE RUMAH) FISIOTERAPIS
======================================
HUB: ARIEF WIDJAYA SST.FT
TELP: 021-97678475

UNTUK HOMEVISIT SPEECH THERAPY (TERAPI WICARA)
HUB : M. FAJAR AMD.TW
TELP: 021- 99045289 / 085282259543

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Physiotherapy

The heart of the physiotherapy profession is understanding how and why movement and function take place. Physiotherapists are independent and caring health professionals who seek to provide safe, quality client-centred physiotherapy through a commitment to service availability, accessibility and excellence.
The profession continues to be shaped by scientific evidence and the education and competence of the physiotherapists delivering the services. Physiotherapy is grounded in the belief that, to be effective, its services must respond to the changing needs of populations.
The profession of physiotherapy is committed to client-centred services that respect the autonomy and dignity of the recipient. Physiotherapists are bound by ethical principles to act with integrity, accountability and judgement in the best interests of the client. Physiotherapists act within the profession’s boundaries and the professional’s own competency.

Physiotherapy is a first contact, autonomous, client-focused health profession dedicated to:

* Improving and maintaining functional independence and physical performance,

* Preventing and managing pain, physical impairments, disabilities and limits to participation; and
* Promoting fitness, health and wellness.

Primary Functions
Physiotherapists apply a collaborative and reasoned approach to holistic assessment, diagnosis and planning, intervention and evaluation, in particular focusing on the musculoskeletal, neurological and cardiorespiratory systems.
Physiotherapy includes, but is not limited to:

* Asessment of clients with actual or potential impairments, pain, functional limitations, disabilities or other health-related conditions using detailed history-taking, as well as specific tests and measures for screening, establishing a diagnosis and monitoring.
* Dagnosis resulting from assessment findings and clinical reasoning to determine abilities, functional needs and potential for change.
* Planning an intervention strategy that addresses the prognosis and follow-up and incorporates the application of selected approaches and techniques supported by the best evidence available.
* Implementing selected interventions safely to relieve pain; achieve and maintain health and fitness, functional independence and physical performance; and manage the identified impairments, disabilities and limits to participation.
* Evaluation of health status as a baseline for monitoring or to determine the result, impact or effectiveness of physiotherapy intervention.
* Education of the profession, other health professionals, the public and clients with the intention of transferring knowledge and skills and developing understanding, independence and competence.
* Consultation that provides professional advice and solutions addressing a wide range of health service and health status issues.
* Research that encompasses the application of critical inquiry, as well as participation in or assessment of findings from research activities.
* Service management related to planning, directing, organizing and monitoring service delivery and effective utilization of resources.
* Communication with clients, team members and others to achieve collaboration and service coordination.

Assessment
Before you receive any treatment or advice, one of our chartered physiotherapists will discuss your condition with you and carefully examine the area and nature of your problem. From there, we can decide whether physiotherapy is appropriate and then formulate a treatment programme tailored to your needs. A full assessment with treatment plan takes approximately 45 minutes.

Conditions for which physiotherapy has proved to be beneficial:

* Neck and back pain
* Knee, foot and ankle pain
* Arthritis
* Respiratory condition
* Pre – Post operative rehabilitation
* Sports injuries
* Posture & balance problems
* Stroke and neurology condition
* Pediatric condition
* Pre – Post natal care

Treatments
Follow up treatment sessions after the initial assessment take approximately 45 minutes.

Treatment services and facilities

our facilities- Consultation & Edication
- Diathermy
- Ultrasonic
- TENS
- Faradic / Galvanic
- Nebulizer
- Interferential Suction
- Infra Red
- Cervical Traction
- Lumbal Traction
- Parafin Bath
- Massage
- Manipulative
- Postural Drainage
- Pre/Post Natal Exercise
- Therapeutic Exercise

Klinik yang kami bangun bertujuan untuk pengembangan ilmu dan peningkatan tingkat kesehatan masyarakat masyarakat Indonesia terutama pada peningkatan gerak fungsional Tubuh. terutama pada kasus-kasus :
1. Atritis (Encok, pegel, linu, pengapuran)
2. Stroke (Lumpuh separo)
3. Kasus THT (Sinusitis, Tube Katarak, radang telinga)
4. Bells palsy (muka miring)
5. Frozen shoulder (kaku sendi bahu)
6. Nyeri Pinggang ( Low Back Pain)
7. Kasus kandungan susah punya anak (Infertilitas), Peradangan kandungan (adnexitis)
8. Ashma, Bronkhitis,
9. Leher tengeng (tidur salah bantal)
10. Tumbuh kembang anak
11. Parkinson
12. Rhematik.
13 Keseleo (sprain)
14. D l l
Trima kasih atas perhatianny dan kami siap melayani anda.

Anda bisa mengklik “Info Perusahaan” dan “Hubungi Kami” untuk melihat isi dan informasi lain dari situs Klinik Fisioterapi

Fisioterapi
Bidang fisioterapi sebenarnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan seseorang. Seorang laki-laki menggerakkan-gerakkan kepalanya di sebuah ruangan fisioterapi rumah sakit terkenal di Jakarta. Ternyata ia adalah seorang penyidap vertigo. Gerakan-gerakan kepala yang dilakukannya di ruang fisioterapi itu, terbukti mampu mengurangi rasa sakit akibat vertigo yang telah lama dialaminya. Tak heran, jika laki-laki tersebut rajin menjalani latihan tersebut.Bagi masyarakat awam -yang tak memerlukan terapi di ruangan fisioterapi, fisioterapi mungkin dianggap sebagai sesuatu yang kurang dekat dengan dirinya. Padahal fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan baik untuk individu, dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak, dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupannya, dengan menggunakan penangan secara manual, peningkatan gerak, peralatan, dan pelatihan fungsi serta komunikasi.Menurut Purnomo, SStFT, SKM, Ka. Instalasi Fisioterapi RS. Pluit Jakarta Utara mengatakan meskipun fisioterapi sangat menunjang pemulihan kesehatan seorang pasien, tetapi nyatanya kemajuan bidang fisioterapi di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lain. “Dari 1964 sampai 2000, tingkat pendidikan fisioterapi baru sampai taraf pendidikan akademi,” jelasnya. Padahal di negara-negara yang telah maju, pendidikan fisioterapi sudah sampai jenjang S2 bahkan di beberapa negara ada yang sampai S3. “Tetapi yang menggembirakan di Jakarta sejak tahun 2000, sudah ada sudah terbentuk fakultas fisioterapi,” tambahnya.Komprehensif ——————Dalam memberikan pelayanan kepada pasien atau klien, pelayanan fisioterapi bersifat komprehensif, yaitu mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Aspek promotif berguna meningkatkan derajat kesehatan. Aspek preventif untuk pencegahan penyakit. Kuratif untuk pengobatan penyakit. Dan rehabilitatif adalah untuk pemulihan rehabilitasi. Untuk aspek promotif dan preventif, seorang fisioterapis lebih banyak melakukan edukasi kepada pasien atau klien, sehingga mereka tidak menggunakan alat bantu apapun. Sebagai contoh, seorang fisioterapis memberikan edukasi kepada orangtua bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh seorang anak, agar ia tidak sering mengalami batuk pilek atau tidak gampang terserang penyakit. Sedangkan untuk aspek kuratif dan rehabilitatif, dalam menjalankan tugasnya seorang fisioterapis dibantu dengan berbagai alat atau fasilitas. Yaitu : 1.Sarana latihan, misalnya alat bantu berjalan, latihan beban, sarana koreksi sikap dan gaya jalan, peningkatan lingkup gerak sendi, prothsa (anggota tubuh tiruan, misalnya tungkai palsu, lengan palsu), orthosa (misalnya splint, brace) dan sebagainya.2.Terapi panas :a. Short ware diathermy, yaitu pengobatan yang menggunakan efek panas energi elektromagnetik gelombang pendek.b. Microwave diathermy yaitu pengobatan yang menggunakan energi elektromagnetik gelombang mikrod.Ultrasonik, yaitu pengobatan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi lebih dari 20.00 Hz.e.Hot pack (kompres panas)Terapi ini diujukan untuk memperoleh manfaat peningkatan suhu dalam jaringan, yang antara lain bertujuan terjadinya peningkatan sirkulasi darah, peningkatan fleksibilitas (kelenturan) jaringan, mengurangi nyeri, relaksasi otot, mengatasi pembengkakan dan sebagainya.3.Terapi dingin: ice therapi atau cyrotherapyDitujukan untuk penurunan suhu di dalam jaringan. Digunakan, misalnya untuk mencegah peradangan yang berlebihan pada kasus cedera olahraga.4.ElektrostimulasiPengobatan ini dilakukan dengan memberikan rangsang arus listrik tertentu pada bagian tubuh pasien dengan tujuan untuk merangsang serabut syaraf motoris yang mengalami kelemahan atau kelumpuhan atau merangsang syaraf sensoris untuk memperoleh manfaat penurunan nyeri.“Beberapa jenis arus listrik yang sering digunakan antara lain, arus faradic, interferensial, interupted direct current, diarynamic, ultraeiz (2,5), dan sebagainya,” jelas Purnomo lagi.5.Hydrotherapy yaitu pengobatan yang menggunakan air sebagai media. Pengobatan dengan air bisa mengambil efek :-termal, yaitu efek panas atau dingin-kimiawi, dimana air dimanfaatkan sebagai pelarut bahan kimia tertentu-mekanik, misalnya untuk latihan penguatan otot-otot yang menggunakan pool atau whierlpool. Arus yang terbentuk pada pada whierpol akan dimanfaatkan sebagai beban yang bermanfaat untuk peningkatan kekuatan otot. Namun pada otot yang lemah, arus ini justru akan bermanfaat membantu membentuk atau menyempurnakan gerakan.6.Aktinotherapi: pengobatan yang mengguanakan sinar, yaitu:a.sinar laser, secara garis besar sinar laser ada 2 jenis, yaitu:1.sinar laser energi tingi. Ini digunakan oleh kalangan medis untuk keperluan operasi2.sinar energi rendah. Ini digunakan dalam pengobatan dengan problem sendi, otot dan luka yang susahsembuh, misalnya DM (diabetic ulcer)b.sinar infra merah digunakan sebagai terapi panas c.sinar ultravioletSinar ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah osteoporosis, meningkatkan pigmentasi, pengobatan luka yang sulit sembuh dan sebagainya. Karena belakangan ada kecurigaan bahwa pemaparan yang berlebihan sinar ultraviolet tidak baik untuk kesehatan, penggunaan alat ini sekarang jarang dilakukan. “Namun berjemur di pagi hari dimana kadar ultraviolet di dalam sinar matahari cukup tinggi, tetap disarankan,” tambah Purnomo lagi.Tugas fisioterapis ———————Tugas utama seorang fisioterapis adalah memberikan asuhan fisioterapis atau pelayanan fisioterapis. “Tentunya pelayanannya harus sesuai dengan standar pelayanan fisioterapis yang berlaku agar mutu pelayanan bisa dipertanggungjawabkan dan mampu memuaskan pasien,” jelas Purnomo.Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan 1363 pasal 12, pelayanan fisioterapi harus dilaksanakan melalui proses fisioterapis yang baik, yaitu meliputi assesment (pengkajian), diagnosa, planning (perencanaan), intervensi, evaluasi dan dokumentasi. Namun proses fisioterapis tersebut tidak akan berlangsung dengan baik bila hal-hal yang mendukung kesembuhan pasien diabaikan. Karena layanan fisioterapis dapat mencapai hasil yang optimal bila ada motivasi pasien, disiplin dan konsistensi dalam menjalankan program fisioterapis, dan adanya dukungan keluarga dan lingkungan. “Tiga hal ini sangat membantu cepat tidaknya seorang pasien mengalami kesembuhan,”

Osteoarthritis
=======================================
Osteoartritis merupakan suatu patologi yang mengenai kartilago hialin dari sendi lutut, dimana terjadi pembentukan osteofit pada tulang rawan sendi dan jaringan subchondral yang menyebabkan penurunan elastisitas dari sendi.
Saat mengalami degenerasi kartilago hialin mengalami kerapuhan, dimana perubahan-perubahan yang terjadi pada permukaan sendi (kartilago hialin) berkenaan dengan perubahan biokimia dibawah permukaan kartilago yang akan meningkatkan sintesa timidin dan glisin. Akibat dari ketidak seimbangan antara regenerasi dengan degenerasi tersebut maka akan terjadi pelunakan, perpecahan dan pengelupasan lapisan rawan sendi yang akan terlepas sebagai corpus libera yang dapat menimbulkan penguncian ketika sendi bergerak.
Reparasi berupa sclerosis terjadi pada tulang subchondral. Tulang dibawah kartilago menjadi keras dan tebal serta terjadi perubahan bentuk dan kesesuian dari permukaan sendi. Jika kerusakan berlangsung terus berlanjut maka, bentuk sendi tidak beraturan dengan adanya penyempitan celah sendi, osteofit, ketidakstabilan dan deformitas.
Dengan terbentuknya osteofit maka akan mengeritasi membran sinovial dimana terdapat banyak reseptor-reseptor nyeri dan kemudian akan menimbulkan hidrops. Dengan terjepitnya ujung-ujung saraf polimodal yang terdapat disekitar sendi karena terbentuknya osteofit serta adanya pembengkakan dan penebalan jaringan lunak disekitar sendi maka akan menimbulkan nyeri tekan dan nyeri gerak

Pada kapsul-ligamen sendi akan terjadi iritasi dan pemendekan, hal ini disebabkan karena imobilisasi dan kelenturan colagen yang berkurang, pelunakan lapisan rawan yang diikuti oleh pecahnya permukaan sendi, terjadinya pengerasan pada tulang dibawah lapisan rawan sehingga kelenturan berkurang. Kemudian terjadi kontraktur jaringan ikat maupun kapsul sendi sehingga pergerakan semangkin lama semangkin sempit.

Akibat dari pembatasan pola gerak tersebut, maka akan menimbulkan nyeri regang. Nyeri yang ditimbulkan akan menyebabkan spasme otot. Jika hal ini dibiarkan terus menerus elastisitas jaringan akan menurun sehingga dapat menyebabkan kontraktur sehingga lingkup gerak sendi akan lebih terbatas.

Penggunaan modalitas ultrasound pada osteoartritis lutut adalah tepat karena efek yang dihasilkan. Gelombang ultrasound yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan efek micromassage yang akan membantu mengurangi zat iritan dan panas ringan yang dihasilkan akan menimbulkan efek sedatif. Selain itu efek micro wave diathermy dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan vasodilatasi metabolisme pada jaringan lunak sehingga mempercepat terjadinya penyembuhan jaringan dan nyeri berkurang.

Pemberian Translasi Oscilasi dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi lutut dengan efek regangan baik pada otot dan kapsul ligamen, bertujuan untuk melepaskan perlekatan akibat fibrosis yang menghasilkan abnormal cross links yaitu dengan pembuatan cidera baru pada jaringan dan terjadi proses inflamasi yang diharapkan dapat meleburkan ikatan-ikatan silang kolagen.
Translasi Oscilasi pada pembatasan akhir ROM menyebabkan terjadinya regangan kapsul ligamen sisi yang berlawanan sehingga diharapkan dapat menambah ekstensibilitas, melepaskan abnormal cross links sehingga dapat mengurangi nyeri dan menambah ROM.

Bells Palsy

Pengantar FT pada Bells Palsy
===============================================

Pengeratian : Suatu kelainan pada n. facialis yang menyebbkan kelemahan atau kelumpuhan pada otot di suatu wajah.

Suatu keadaan ketidak simetrisan wajah dikarenakan penurunan fungsi n. facialis yang mengakibatkan ketidak seimbangan kekuatan / aktivitas muscular pada kedua sisi wajah pada kedua.

Penyebab : Tidak diketahui

Diduga karena pembengkakan pada saraf wajah akibat infeksi virus

Adanya Penekanan pada n. facialis

Gangguang Metabolik atau kurangnya suplai darah (Oxigen dan nutrisi) pada n. Facialis

Nerve injury akibat tekanan

– Tekanan yang terjadi dapat secara singkat atau lama

– Neuropraxia dapat terjadi karena tekanan singkat atau lama yang menyebabkan kerusakan minimal atau tidak ada kerusakan struktur

• Neurotmesis

– Terjadi krn axon, schwann cell dan myelin sheat terputus dan terjadi degenerasi

– Saraf banyak mengandung serabut yang jika rusak dpt mengakibatkan tipe lesi yang bermacam-macm sehingga sulit mendiagnosis

• Tekanan yang singkat pada saraf mengakibatkan hilangnya konduksi yang dapat membuat ischemic dan secara cepat reversible

– Contoh : Duduk dengan kaki menyilang dapt mengaibatkan hilangnya konduksi sementara di ibu jari (n. peroneal)

• Kompressi injury yang lebih lama mengakibatkan mechanical displacement nodus of ranvier

• Jika proses penekanan hilang sebelum terjadi perubahan strktur maka akan pulih dalam beberapa minggu.

Gejala Klinis

• Bells palsy terjadi secara tiba-tiba beberapa jam sebelum terjadi kelemahan pada otot wajah

• Biasanya terdapat rasa nyeri di daerah mastoid

• Kelemahan otot ringan sampai berat

• Selalu pada salah satu sisi wajah

• Merasa sensasi menurun walaupun sebetulnya sensasi normal

• Sisi wajah dengan kelemahan tampak tanpa ekspresi

• Mengalami kesulitan dalam menutup salah satu mata.

• Kadang mempengaruhi pembentukan ludah, air mata, atau rasa pada lidah

• Kesulitan bercukur karena bibir mencong

• Infalmasi n. VII saraf cranialis

• Diduga infeksi virus yang menyebar

• Umumnya menyerang remaja dan dewasa muda

• Prognosis cukup baik jika penanganan sedini mungkin

• Biasanya pulih dalan 1 – 6 minggu

Pemeriksaan

• Anamnesis

– Keluhan utama pasien

• Rasa lemah di sebagian sisi dan disertai adanya rasa nyeri pada belakang telinga

• Paraestasia salah satu sisi wajah

• Inspeksi

– Tampak kelemahan pada wajah

– Wajah tidak simetris

– Ekspresi wajah tidk sama

• Palpasi

– Nyeri tekan pada belakang telinga

– Suhu normal

• Vital Sign

– Blood Preasure

• Normal

– Heart Rate

• Normal

– Respiratory Rate

• Normal

Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar

• Aktif

• Pasif

• Tes Isometrik Melawan Tahanan

– Pada ketiga tes tersebut dominan menunjukkan adanya kelemahan.

Pemeriksaan Khusus
Pemilihan Tes khusus didasarkan atas hasil temuan pada pemeriksaan sebelumnya

– Kekuatan Otot

• MMT pada wajah

– Sensorik

• Dermatom Test

• Myotom Test

– Fungsional

• ADL

• IADL

– Laboratorium

• Electro Diagnostik (EMG)

• Kecepatan hantar saraf melemah

Prinsip Intervensi

• Fasilitasi aktif otot wajah

• Dapat diberikan stimulasi electric pada otot yang mengalami kelmahan.

• Mencegah kontraktur atau ischemic otot

• Pemeliharaan fungsi-fungsi pd wajah

• Re-edukasi otot

Dilakukan sedini mungkin

• PNF Wajah

• Stimulasi aktifasi saraf wajah

• Latihan fungsi wajah (facial exercise)

• Massage wajah

Prognosis

• Umumnya sembuh

– Penanganan dini memberikan prognosis baik

– Tergantung tingkatan patologis / kerusakan yang dialami oleh saraf VII

– Tergantung Daya tahan tubuh terhadap virus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: