ENTERPRENEUR


TETAP PRODUKTIF DI MASA SULIT

Rabu, 11 Februari 2009 10:03:13
Peluang kerja maupun usaha semakin keras saja persaingannya karena semakin terbatasnya peluang yang tersedia, sementara harga-harga kebutuhan semakin mahal saja. Fenomena ancaman PHK banyak menghantui para karyawan banyak perusahaan menempuh langkah tersebut untuk tetap bertahan. Kita tentunya tidak berharap hal tersebut akan menerpa kita. Namun misteri hidup siapa yang tahu, lalu, bagaimana kira-kira langkah antisipatif yang dapat Anda lakukan bila keadaan demikian menerpa Anda? (4613 klik)

BERANI UNTUK MERINTIS USAHA ?

Rabu, 11 Februari 2009 09:53:04
Kondisi lapangan kerja sekarang ini kian hari kian mengerucut saja. Hal ini disebabkan tidak saja oleh faktor mengecilnya kesempatan berupa lowongan yang tersedia namun juga disebabkan oleh jumlah pencari kerja yang tiap tahun semakin bertambah. Ini tentu tidak mengherankan karena besarnya jumlah penduduk di negara kita. (9947 klik)

TIPS USAHA STUDIO PHOTO MINI

Jumat, 29 Agustus 2008 08:56:02
Manfaatkan komputer dan kamera digital sebagai mesin pencetak uang. (11313 klik)

TIPS PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS

Selasa, 11 September 2007 21:16:32
Untuk sukses memulai sebuah bisnis, anda perlu melakukan persiapan. Ini dilakukan agar anda mempunyai dasar yang kuat untuk membangun bisnis anda. (25189 klik)

TIPS MELAKUKAN ANALISA PERSAINGAN USAHA

Sabtu, 04 Agustus 2007 16:57:11
Jika anda akan memulai suatu bisnis, hal yang pertama anda lakukan diantaranya adalah melakukan analisa terhadap kompetitor anda. Melakukan analisa terhadap kompetitor akan membawa hasil yang sangat berguna, dan akan menghemat banyak waktu anda. (15587 klik)

5 POIN UTAMA KEKECEWAAN KARYAWAN

Jumat, 13 Juli 2007 20:00:10
Ada hal- hal yang dapat membuat karyawan anda kecewa, dan akhirnya bersifat apatis yang mempengaruhi kinerjanya. Sebagai pemilik usaha / manager, anda perlu mengetahui hal-hal utama yang menimbulkan kekecewaan ini dan melakukan langkah antisipasi. (7908 klik)

CARA MEMANAGE KARYAWAN/STAFF

Senin, 25 Juni 2007 12:11:34
Memanage performance dari karyawan/staff tidaklah sesulit yang dipikirkan banyak orang. Banyak orang yang tidak dapat melakukannya dengan baik, bukan karena hal ini susah dilakukan, akan tetapi karena mereka tidak mempunyai perilaku/ attitude yang benar. Kuncinya adalah : be insistent, persistent & consistent. (7103 klik)

PETUNJUK MEMBUAT RENCANA BISNIS

Selasa, 22 Mei 2007 10:46:01
Saat anda siap membangun bisnis anda sendiri, apakah itu berupa bisnis rumahan (home-based business), toko, bisnis jasa, situs penjualan online atau yang lain, langkah pertama yang penting adalah membuat rencana bisnis (business plan). (17952 klik)

MERUBAH KELUHAN PELANGGAN MENJADI ASSET ANDA

Senin, 21 Mei 2007 15:56:23
Setiap perusahaan pasti suatu saat akan mengalami keluhan dari pelanggannya. Jika ditangani dengan baik, anda dapat mengubah keluhan pelanggan ini menjadi asset anda. Juga perlu dipelajari cara untuk menangani kemarahan pelanggan anda. Anda perlu tahu apa yang sebenarnya diinginkan mereka. (7357 klik)

9 POIN PENTING DARI MARKETING YANG EFEKTIF

Senin, 21 Mei 2007 12:09:05
Untuk membuat suatu kampanye marketing yang efektif, perlu disimak kesembilan poin penting ini. Hal ini akan menghindarkan dari kesalahan yang umum dan berbiaya mahal. (9208 klik)

MENGHASILKAN PERTEMUAN DGN PEMBUAT KEPUTUSAN

Jumat, 18 Mei 2007 22:37:40
Bertemu langsung dengan pembuat keputusan (decision maker) adalah hal yang utama dalam dunia penjualan. Banyak yang menyangka cara untuk mendapatkan waktu bertemu dengan mereka adalah melalui keberuntungan atau melakukan cold calling. Sebenarnya ada cara yang lebih efektif. (4201 klik)

11 CARA MENJUAL PADA ORANG SKEPTIS

Jumat, 18 Mei 2007 15:33:39
Sukses terbesar dari seorang salesman adalah keberhasilan menjual pada orang yang sebelumnya skeptis / tidak percaya terhadap produk yang dijualnya. Pada kenyataannya, banyak orang yang skeptis dan ragu-ragu membeli juga produk atau jasa setiap harinya. Anda bisa menggunakan 11 cara berikut untuk menjual pada orang yang skeptis. (9488 klik)

Hanya dari Sebuah Kata Enterpreunership Mahasiswa*
===============================================
Ketika sistem ekonomi sedang terpuruk, bersembunyi dimanakah sekelompok mahkluk yang dijuluki mahasiswa sebagai agen perubahan?

“Dimuka bumi yang terhampar luas, yang kita namakan sebagai dunia tidak pernah kita temukan sesuatu yang tetap dan abadi, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri” (diungkapkan oleh Heraclitos 535-475 SM). Sebuah perubahan yang dimaksud menuju tatanan masyarakat yang lebih baik, lebih adil dan sejahtera tentunya membutuhkan sebuah proses dan harus ada pelaku dari perubahan itu sendiri atau agent of change. Manusia memang beragam mulai dari yang materialisme, Hodenisme, Rasialisme serta Mistisisme. Apakah perubahan fisik manusia itu tidak diikuti perubahan daya pikirnya? seperti yang diungkapkan Charles Darwin. Seharusnya daya pikir manusia juga berubah seiring dengan perubahan bentuk fisiknya. Prolog diatas hanyalah untuk menggambarkan sebuah komunitas yang mengklaim dirinya sebagai komunitas intelektual yang berkesempatan untuk menimba konsep itu di suatu tempat yang disebut universitas.

Adalah mahasiswa yaitu sebuah kelompok yang terlahir akibat adanya kedzaliman zaman. Mungkin mahasiswa adalah sebuah produk anak haram yang terlahir dari dunia kotor, dunia yang memutarbalikkan fakta dan yang penuh dengan rezim kekuasaan para dheduwur yang berusaha mempertahankan status quo-nya. Kelahiran mahasiswa mungkin membuat mereka menjadi gencar yang diselubungi rasa kekhawatiran karena mahasiswa selalu menggembor-gemborkan akan adanya suatu perubahan yang bertujuan akan adanya suatu keadilan yang dijunjung tinggi bukannya kekuasaan.

Mahasiswa selalu menjadi elemen dalam perjuangan sebuah bangsa, tidak hanya pelopor dalam roda perjuangan sejarah Bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai penggerak, bahkan menjadi pemberi keputusan. Pergerakan mahasiswa yang selalu menempatkan dirinya sebagai agent of change dengan idealisme dan moral force yang dimilikinya. Dengan tidak mengesampingkan norma, nilai, dan tatanan yang berlaku di masyarakat, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mahasiswa selama ini selalu menduduki garda terdepan dalam suatu change, mendongkrak kesewenang-wenangan rezim demi menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, karena mahasiswa masih memiliki idealisme yang relatif bebas dari vested interest politik, seperti kedudukan, jabatan dan kekayaan.

”Hijrah” pergerakan mahasiswa tumbuh dan berkembang di dalam kampus yang merupakan simbol akademik, kebebasan berargumen, berkreasi, dan berkomunikasi secara aktif/bebas. Ketika kita sadar kampus adalah bagian kedua dari kehidupan para aktivis, kita harus berusaha mengembangkan diri(self-improvement) untuk berekpresi dan beraktualisasi. Sebagai mahasiswa tidak lengkap rasanya apabila atribut kita tidak dipenuhi dengan sebuah perubahan dinamika dan romantika yang berguna bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Dalam keheningan menatap situasi ke-Indonesiaan saat ini, akan membuat

kita muram. Dihantam krisis multi dimensi, membuat kita jatuh tersungkur, bahkan seakan berada di titik nadir. Dan rasanya kita tak tahu akan diletakkan dimana wajah kita, bila dihadapkan pada the founder of our nation. sekarang kita berkaca sebagai mahasiswa yang dapat melihat 38 juta rakyat yang menjerit menerima ketidakadilan dari para punggawa negara menghempas keluh keringat hanya untuk sesuap makan. Sebagai penyambung lidah rakyat, mahasiswa harus benar-benar melakukan perubahan. Perubahan disini bukan hanya ordinary change, tetapi adalah perubahan yang bisa menyingkirkan sifat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan akan kaum darah biru terhadap proletar.

Tetapi kenyataannya berbicara lain, sebagian besar mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi belum bisa memberikan sumbangsihnya untuk membantu perbaikan bangsa ini. Salah satu penyebab kondisi ini adalah kurangnya wawasan yang dimiliki para mahasiswa / lulusan perguruan tinggi dalam hal kewirausahaan dan pentingnya kemampuan selain kemampuan teknis. setiap elemen masyarakat.

Hal itu tentu saja akan mencoreng nama mahasiswa dengan gelar yang disandangnya(agent of change).Bahkan ada anggapan bahwa mahasiswa masih terlalu berat untuk menerima atribut yang dibawanya, karena belum tampak adanya timbal balik atau konsekuensi logis dalam bentuk riil akan adanya atribut tersebut. Bahkan dirumah kedua para aktivis pun(kampus) telah terjadi degradasi moral mahasiswa yang terlena akan maya-nya dunia nyata.Sehingga mereka merasa dirinya bukan merupakan bagian dari agent of change dan agent of modernization.

Ketika mahasiswa dikaitkan dengan keadaan perekonomian bangsa, maka itu hanyalah sekedar wacana retoris. Karena sudah jelas itu adalah tugas mahasiswa sebagai agent of modernization yang harus bisa membawa Indonesia keluar dari terpuruknya sistem bangsa ini. Sekilas tentang pembangunan ekonomi dahulu yang selalu dikumandangkan besar-besaran dengan berbagai slogannya dan jatuh tertimpa slogan pembangunannya sendiri, akibat keberpihakan yang tidak seimbang terhadap ideologi-ideologi besar dunia. Keluar dari IMF pun ternyata tidak membawa Indonesia sebagai bengsa yang mandiri. Karena untuk mewujudkan bangsa yang lebih mandiri adalah sebuah perjuangan dan merupakan kerja keras yang tidak pernah berakhir. Kemandirian bagi Bangsa Indonesia

bukan lagi diukur dari statement/proklamasi kemerdekaan, namun ukurannya lebih kepada upaya mengisi kemerdekaan, dengan sikap mandiri, berbuat mandiri, dan membangun secara mandiri. Jika itu tidak kita lakukan, kemudian kita tertinggal, maka pesaing kita akan maju.

Sebagai mahasiswa kita harus tahu bahwa perekonomian dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh masyarakatnya sendiri, dimana sifat enterpreunership menjadi pondasi awalnya. Jika kita berkaca pada orang-orang Amerika yang mempunyai keinginan untuk berusaha mempunyai jiwa enterprener dengan berfokus pada world-class. Pertanyaan yang muncul dari statement tersebut adalah mengapa kita tidak bisa jika Amerika saja bisa?

Sebenarnya maju-tidaknya perekonomian suatu bangsa tergantung pada sifat enterpreunership yang dimiliki oleh masyarakatnya, terutama generasi mudanya. Sebagai mahasiswa yang termasuk dalam generasi muda kita harus berusaha mendapatkan jiwa enterpreunership dengan cara-cara yang benar. Mencontoh dari nama-nama besar seperti Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya, Roberto Goizueta dengan Coca-Cola Company, Sir Richard Branson dengan Virgin Group, ataupun Elly Callaway dengan Callaway golf-nya pun tidak ada buruknya. Mereka mungkin mempunyai gaya enterpreuner yang berbeda-beda tetapi mereka semua berhasil karena dapat meletakkan gaya enterpreunership sesuai situasi dan kondisi yang tepat. Sebagai contoh saja Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya yang selalu mengutamakan humor untuk para pelanggannya, mungkin tidak akan pernah bisa dipraktekkan di dalam perusahaan Callaway Golf, karena prinsip dasar kedua perusahaan memang berbeda. Yang menyamakan adalah desire mereka untuk memulai sesuatu yang baru karena melihat setitik celah keberhasilan. Mereka semua memulai usaha mereka dari nol, tetapi denga jiwa dan semangat enterpreuner mereka mampu mengubah sesuatu hal kecil yang membosankan menjadi sebuah perusahaan raksasa yang sulit ditandingi.

Mengapa kita sebagai generasi muda tidak bisa meniru mereka? Selama kita masih menjunjung tinggi semboyan seperti slogan silver queen”mumpung kita masih muda santai saja” maka tidak mustahil Bangsa Indonesia tidak mampu keluar dari ekonomi yang menjerat rakyatnya. Sebenarnya kita bisa memulai perubahan itu sekarang, dengan tidak bertumpu pada sifat individualisme dan primordialisme maka sebenarnya kita sudah menumbuhkan benih-benih jiwa enterpreunership dalam tubuh kita.

Tidak perlu dibayangkan, karena kita sudah terlambat, sifat enterpreunership harus kita kembangkan mulai detik ini juga, dengan menyamakan persepsi menuju Bangsa Indonesia yang disegani oleh semua bangsa, maka tidak lama lagi hal itu akan segera terwujud. Karena jika kita masih membayangkan maka kita hanya akan tersesat seperti sebuah pepetah ”telur dulu atau ayam dulu” maksudnya disini adalah kita harus memulai perbaikan sistem ekonomi oleh para ekonom sekarang ataukah kita harus mulai sekarang. Jadi untuk menghilangkan pepatah tersebut kita harus menyamakan persepsi bahwa ayam dulu-lah yang lahir. Artinya perubahan harus dimulai dari kita sendiri, karena hanya dengan cara itu kita semua dapat mewujudkan Bangsa Indonesia yang mandiri.

Bangsa yang mandiri ialah bangsa yang dapat menyediakan kebutuhannya sendiri, terutama terhadap barang yang dapat mereka produksi sendiri. Kemandirian akan meningkatkan kesejahteraan warga negara dan memperjelas eksistensi negara di mata dunia. Dengan jiwa enterpreunership kita dapat menemukan sepercik titik terang tersebut. Sebuah titik yang dapat membawa perubahan besar bagi bangsa kita, Bangsa Indonesia.

Tetapi memang benar esensi semua itu kembali kepada mahasiswa yang harus mau membangun jiwa enterpreunership. Saat ini sebagai mahasiswa, kita harus menyadari, ada banyak hal di negara ini yang harus diluruskan dan diperbaiki. Kepedulian terhadap negara dan komitmen terhadap nasib bangsa di masa depan harus diinterpretasikan oleh mahasiswa ke dalam hal-hal yang positif. Tidak bisa dimungkiri, mahasiswa sebagai social control terkadang juga kurang mengontrol dirinya sendiri. Sehingga mahasiswa harus menghindari tindakan dan sikap yang dapat merusak status yang disandangnya, termasuk sikap hedonis-materialis yang banyak menghinggapi mahasiswa.

Demi menjaga eksistensi dari atribut tersebut, adalah anda aktivis mahasiswa sebagai agent of change dan agent of modernization. Siapalagi yang akan melakukan perubahan kecuali anda.

* Didik Kurniawan Hadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s