SEANDAINYA HANYA ADA RAMADHAN….

Seandainya cuma ada Romadhon, mungkin kalimat inilah yang pantas menggambarkan situasi yang terjadi kepada saudara-saudara kita di sisi sosial yang berbeda. Mungkin memang inilah berkah Romadhon bagi sebagian orang yang merasakan kurang beruntung. Memang, saat Romadhon tiba semua yang tidak mungkin terjadi bisa saja terjadi pada setiap individu. Berkut ini adalah peggalan kisah dari keajaiban di bulan yang Suci ini..

Namaku Hamdhan, Sebelas umurku Cari aku di kolong jembatan layang di malam hari.

Aku suka Ramadhan. Bulan puasa itu, bebaskan aku dari puasa tak menentu. Terpaksa tak makan karena memang tak ada yang bisa disantap. Tinggal datang ke masjid atau mushola Ada makanan enak menanti Ta’jil katanya, pembuka puasa

Aku Tono, Aku suka Ramadhan

Karena majikanku berpuasa dari mengomel dan memukuliku jika aku salah atau lambat kerja. Padahal aku ‘ kan sering capek dan juga ingin bermain di sembilan tahunku

Ramadhan? Aku suka itu..

Pundi-pundi berisi penuh. Tak cuma koin receh. Tapi juga uang kertas yang mereka lemparkan dari balik kaca mobil mewah. Saat kusodorkan di lampu merah. Bulan puasa itu membuat tiba-tiba banyak orang baik dan bersedekah ya? Jadi ibuku bilang: “Amir, ada sisa untuk ditabung, mudah-mudahan kamu bisa sekolah lagi .. ”

Suka, aku suka sekali

Ramadhan itu ‘ kan Bulan yang orang-orang jadi selalu makan enak untuk berbuka dan sahur. Supaya tak terasa lemas dan lapar mereka bilang. Jadi harus ada kolak, es campur, kue-kue, makanan daging

Aku Anwar, si pengangkut keranjang belanja di pasar-pasar.

Senang, berbilang kali mondar mandir mengangkut tumpukan belanja ibu-ibu. “Sstt, jangan bilang guru ngaji bahwa aku jadi sering batal tak kuat puasa karenanya. “Bapakku ndak marah kok, aku ‘ kan masih kecil, belum baligh. Asal ada uang yang bisa dibawa pulang. Kasihan bapakku lumpuh. Tak bisa cari uang sesudah kecelakaan di pabrik dulu

Kalau ingin ganti baju. Supaya tak tambal-tambal atau penuh lubang.

Ya harus tunggu bulan setahun sekali, Bulan apa ya..?? Pokoknya yang ada lebarannya itu..

Orang-orang kaya ganti baju mungkin terlalu sesak almarinya. Jadi aku dapat sisa. Tapi masih bagus bagus kok. Aku jadi bisa pakai berlapis. Tak terlalu dingin lagi di gubuk kecil terbuat dari kardus-kardus. Benar emak menasehati : ..”Sabar nduk, Gusti Allah ora sare.. “Menenangkan rengekanku minta baju karena malu diejek. Ujang si gembel bajunya tembel

Kalau ingin sekali-sekali merasakan Gantian. Orang berpunya mengejar si Papa. Mereka yang berada mengejar pengemis gelandangan (kadang menyingkat memanggil kami Gepeng…).Mencari agar ada penerima zakat.

Besok Lebaran menjelang

Akan batal Zakat Fitrah sesudah sholat. Ikut saja bersamaku di Malam Takbiran. Tenang-tenang tiduran di emperan pinggiran jalan. Tergopoh-gopoh mereka datang. Membangunkan kami untuk terima zakat. Lucu, kali ini si empunya butuh orang miskin.. Ada benarnya juga namaku si Untung… kecil-kecil sudah beruntung…

Aku tahu bapakku miskin sekali. Sebagai kuli, Penghasilannya cuma dari angkut barang. Tapi ia tak bolehkan, aku Mamat anaknya, mengemis. Jadi menemani Bapak Mengambilkan minum dan sesekali pijati punggungnya. Karena di Ramadhan ia banyak sekali angkut mebel juga kulkas, tivi baru.

Nanti kalau ada ceramah di kampung aku mau tanya pak Kyai; Apa bulan puasa artinya ganti perabotan ya?

Ustadz Husni pernah bilang; “Tuhan itu bisa berbuat apa saja. Maha Kuasa, Tuhan juga Pemurah.

Mau mendengarkan doa dari siapa saja. Termasuk anak jalanan miskin terlantar

Ya Allah,

Hamdan, Amir, Tono, Anwar, Untung, Ujang, Mamat Doa bersama, Mengemis padaMu

“Jadikan cuma ada (semangat) Ramadhan Sepanjang tahun.”

Amin.

Oleh: Tyas Soekanto*

About ariefwidjaya

Alumni S2 Kesehatan Masyarakat Uhamka
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s