*Kepompong Ramadhan *

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu
Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang
dijalani hidup kita. Maka, jangan sampai disia-siakan.

*Ahlan Wasahlan Yaa Ramadhan!* Selamat datang wahai penghulu segala bulan. Bulan
penuh barakah yang disucikan Allah. Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan akan
menjamu semua hamba yang beriman. Sedemikian dahsyatnya jamuan Allah,
sampai-sampai siapa pun yang melewati Ramadhan ini dengan sebaik-sebaiknya, maka
Allah akan menjamin keselamatannya dunia akhirat.

Seperti halnya anak kecil yang sangat gembira jika mendapat hadiah, maka
demikian juga dengan kita. Pada bulan Ramadhan ini sungguh banyak “hadiah” yang
telah Allah siapkan untuk kita, jika kita mampu meningkatkan mutu ibadah di
bulan ini. Maka, alangkah bijaknya jika kita memanfaatkan bulan suci ini sebagai
sarana peningkatan amal ibadah kita kepada Allah. Kita jadikan bulan ini sebagai
sarana meraih derajat ketakwaan.

Pada bulan mulia ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah,
Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-Nya dengan baik.
Walaupun demikian, Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita
tahu adab dan berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya dengan menjaga shaum
kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka
tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh serta .

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu
Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang
dijalani hidup kita. Jangan sampai disia-siakan. Bulan Ramadhan adalah bulan
pelatihan, bulan *training center* yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk
membuat akhlak dan pribadi kita menjadi lebih indah. Ibarat sebuah kepompong,
bulan Ramadhan ini harus menjadi sarana bagi kita untuk meningkatkan kualitas
diri. Kita lihat kepompong, bermula dari ulat yang menjijikan, kemudian
berproses dan akhirnya keluarlah kupu-kupu indah yang beterbangan kian kemari
menambah indahnya sebuah taman.

Ramadhan merupakan sebuah kesempatan yang telah Allah berikan bagi kita untuk
memperbaiki sikap dan perilaku kita. Jadi, gunakanlah Ramadhan kali ini secara
efektif guna meningkatkan kualitas ibadah. Sebab kita tidak tahu kapan jatah
kita akan berakhir. Waktu terus berlalu dan jatah dari hari ke hari semakin
berkurang. Jangan sampai kita menjadi orang yang bodoh dengan menyia-nyiakan
saat berharga di bulan mulia ini dengan melalaikan ibadah. Pantang bagi kita
menyia-nyiakan perpindahan detik demi detik di bulan mulia ini tanpa amalan
apapun. Ramadhan ini sungguh sangat berharga bagi kita sehingga kita harus
memperhitungkan agar setiap ucapan, pikiran, dan perilaku kita menjadi amal
saleh.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan amal ibadah. Segala aktivitas kita bisa
benilai ibadah jika didasari niat yang benar dan caranya juga benar. Gunakan
bulan Ramadhan ini sebagai sarana peningkatan kualitas keilmuan kita. Salah satu
caranya, kita dapat membuat skala prioritas. Pertama, manajemen, waktu kita
harus terkendali dengan baik sehingga semua kativitas kita dapat tererncana dan
tidak mubadzir. Kedua, kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal
ibadah. Misalnya saja shalat. Sebetulnya shalat khusyuk itu tidak susah, sebab
yang susah adalah membulatkan tekad untuk khusyuk.

Pada sepuluh hari terakhir, kita upayakan untuk merenung dan menjerit kepada
Allah memohon ampunan dengan melakukan itikaf. Demikian juga dengan sedekah,
Allah menjamin akan melipatgandakan pahala dan rezeki bagi kita jika kita ikhlas
dalam bersedekah. Tidak akan ada seorang pun yang menjadi miskin karena
menikmati hidup ini dengan bersedekah.

Tentu saja kemampuan ekonomi di antara kita berbeda-beda. Namun harus dipahami,
bahwa sedekah itu tidak diukur dari besar kecilnya, tapi optimalisasi yang kita
lakukan. Yang paling penting kita harus meningkatkan kemampuan kita bersedekah
dengan apapun yang ada pada diri kita. Mulailah dari yang paling murah dan
meriah, yaitu senyum. Saya kira ini gratis. Mengapa kita tidak membahagiakan
orang lain dengan senyuman yang tulus?

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan hidayah-Nya sehingga
setelah ‘kepompong’ Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an
bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi
seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona. Amin. *Wallahu a’lam*

( KH Abdullah Gymnastiar )

About ariefwidjaya

Alumni S2 Kesehatan Masyarakat Uhamka
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s